25 April 2010

Hukum truk sampah

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parikr tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa centimeter dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai menjerit ke arah kami.


Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat.


Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"


Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".


Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah.


Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.


Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda.


Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka:
  • Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak
  • Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya
  • Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan
Selamat menikmati hidup yang diberkati dan bebas dari "sampah"

Sumber: Milis FHUKI-1987

Jarum pentul

Melihat pertumbuhan anak gadisnya yang sudah mulai dewasa dan cantik, sang Ibu memanggilnya dan memberi pesan kepada anak gadisnya tersebut, demikian...

Ibu : Nak... Tolong dijaga baik-baik keperawanan kamu, jangan sampai jatuh sebelum kamu menikah !


si Gadis : Baik bu, aku akan ingat pesan ibu dan akan menjaganya dengan baik.

Suatu hari si Gadis pergi jalan-jalan, dan sepanjang perjalanannya sang anak selalu berjalan pelan-pelan dan selalu menengok ke belakang dan melihat apakah ada yang terjatuh...

Ditengah perjalanan si Gadis  bertemu seorang pemuda sekampungnya, dan ternyata sang pemuda dari tadi memperhatikan ada yang aneh dengan tingkah anak gadis tersebut..kemudian sang pemuda menegur gadis tersebut...


Pemuda : saya perhatikan dari tadi jalanmu selalu menengok kebelakang, ada apa?


Gadis : Anu mas, aku takut keperawananku jatuh.


Pemuda : Oohh... gitu toh! Gimana kalau kamu ikut aku ke rumahku, biar kaperawananmu aku paku pakai jarum pentul biar tidak jatuh !?..setelah itu kamu tidak perlu takut lagi dan berjalan pun tidak perlu pelan-pelan bahkan melompat-lompat juga dia tidak akan jatuh...


si Gadis : Beneran mas ? Aku mau dong !, tapi sakit tidak mas…

Pemuda : pertama sih agak sakit.tapi hanya sebentar saja, setelah itu kamu akan enak...

Sampai dirumah,  sang pemuda mengajak gadis tersebut ke kamarnya dan langsung melakukan pemakuan ke gadis tersebut, dengan menggunakan jarum pentul asli punya sang pemuda. Pada saat dilakukan pemakuan pertama kali..si gadis meringis kesakitan…

si Gadis : Mas... Kok sakit sekali sih ???


Pemuda : Iya, karena jarum pentulnya agak besar, biar kuat dan enggak jatuh lagi kalau kamu jalan !..dan kayaknya jarum pentulnya tidak cukup satu..deh..harus tiga, karena keperawananmu agak berat...dan jarum yang kedua dan ketiga kamu tidak akan kesakitan lagi seperti tadi..

si Gadis : ya sudah deh mas..masukin aja ke tiga jarum pentul punya mas itu...

Setelah selesai pemakuan sebanyak tiga kali, pemuda tersebut menyuruh gadis tersebut untuk membuktikan omongannya. kemudian si gadis melompat-lompat dan berlari kesana kemari dan memang tidak terjatuh pikirnya. Dengan gembira ia berterima kasih kepada pemuda tersebut dan pamit pulang.

Karena sudah sore si gadis tidak jadi pergi jalan-jalan tapi langsung kembali kerumahnya. dia pulang sambil berlari-lari dan sesampainya dirumah, ia langsung menemui ibunya, dengan wajah gembira...

si Gadis : Bu... sekarang ibu tidak usah kuatir lagi dengan keperawananku akan jatuh dan aku juga tidak takut lagi

si Ibu dengan kebingungan bertanya : memangnya ada apa dengan keperawananmu itu...

si Gadis : karena tadi sudah di paku biar kuat dan tidak mungkin bisa jatuh lagi!!


Ibu : Di pakuuuuuuuuuuuuuuuuuu.......??????????????????? !!!!!!...


si Gadis  : Iya... pakai jarum pentul punya anak kampung desa sebelah! Jarumnya kuat dan besar, tiga kali lagi di pakunya, kata anak kampung itu biar kuat dan tidak akan  jatuh lagi.

Mendengar perkataan anaknya seketika ibunya pingsan....

Sumber: Milis FHUKI-1987

24 April 2010

Jangan menunda kesempatan!

Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor karena ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan pagi buatan isterinya.

Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk membeli roti sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, "nanti roti ini dimakan di kantor saja". Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik mengamati seorang anak kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang sedang memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar menawar harga bunga dengan pelayan toko tersebut.

"Mbak, harga bunga ini berapa?" tanyanya kepada pelayan toko. "Lima puluh ribu rupiah", jawab sang pelayan. Kemudian ia memilih bunga yang lain dan bertanya kembali, "Kalau bunga yang ini berapa?".

"Ini lebih mahal lagi, seratus lima puluh ribu rupiah!" jawab sang pelayan. "Kalau yang ini berapa?" tanyanya sambil menunjukkan bunga yang lebih bagus lagi. "Ini harganya dua ratus lima puluh ribu, nak!" jawab sang pelayan. Anak ini terlihat bingung karena harga bunganya bertambah tinggi, sementara ia tidak menyadari bahwa bunga yang ia tunjuk itu bunga yang paling bagus. Dengan sedih ia bertanya, "Adakah bunga yang harganya lima ribu?" .

Anak ini ternyata hanya memiliki uang lima ribu rupiah walau keinginannya untuk mendapatkan bunga itu sangat besar. Belum sempat pelayan toko itu menjawab, pengusaha muda ini segera bertanya kepada sang anak, "Nak, kamu mau beli bunga buat siapa?"

Kemudian anak ini menjawab, "Saya mau beli bunga buat mama, karena hari ini mama ulang tahun!" Pengusaha muda ini tersentak, dalam hatinya ia berkata, "Wah... mati aku, aku lupa! Hari ini isteriku ulang tahun. Aku belum mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!"

Segera ia berkata kepada pelayan toko, "Mbak, saya beli bunga ini. Saya beli 2 ikat. Satunya buat anak ini. Tolong nanti antar bunga ini ke alamat rumah saya," katanya sambil memberikan kartu namanya. Kemudian pengusaha muda itu memberikan bunga tersebut kepada sang anak dan mengucapkan terima kasih sudah mengingatkannya bahwa hari ini ternyata isterinya juga berulang tahun. Anak itu kemudian pergi.

Pengusaha ini segera bergegas ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke kantor. Ketika ia sedang mengendarai mobil, ia melewati anak kecil tadi sedang berjalan. Iapun berhenti dan bertanya apakah ia satu jurusan dengannya. Anak kecil itu mengiyakan dan kemudian masuk ke dalam mobilnya. Sampai di suatu tempat yang agak sepi anak ini minta turun. Pengusaha muda tersebut heran melihat anak kecil ini masuk melewati sebuah lorong kecil.

Karena penasaran, ia mengikuti sang anak dari belakang. Betapa terkejutnya ia ketika melihat anak kecil ini menaruh bunganya di sebuah gundukan tanah kuning yang masih basah.

Kemudian ia bertanya, " Nak, ini kuburan siapa? " Anak kecil itu kemudian menjawab, " Oom, hari ini mama ulang tahun. Tetapi sayang, mama baru saja meninggal dua hari yang lalu. Oleh sebab itu saya datang ke tempat ini untuk membawakan mama bunga dan mengucapkan selamat ulang tahun." Pengusaha muda begitu tersentak dengan perkataan anak ini.

"Apakah isteriku masih hidup saat ini? " tanyanya dalam hati. Segeralah ia berlari masuk ke mobil, mengendarainya dengan kecepatan tinggi dan menuju ke toko tadi. Dengan terengah-engah ia berkata kepada pelayan toko, "Mana bunga yang tadi saya beli? Bunganya tidak usah dikirim, biar saya saja yang langsung memberikannya ke tangan isteri saya. " Dengan cepat ia menyambar bunga tersebut dan menyetir pulang.Sampai di rumah, ia segera berlari mendapatkan isterinya. "Puji Tuhan! Isteriku masih hidup! " 

Sambil memberikan bunga ia berkata, " Isteriku, selamat ulang tahun". Kemudian ia mencium dan memeluk isterinya kuat-kuat sambil mengucap syukur kepada Tuhan. Sambil menangis ia berkata, " Terima kasih, Tuhan.Engkau masih memberikan kesempatan kedua kepadaku. "

Banyak diantara kita terlalu sibuk dengan aktifitas sehari-hari. Aktifitas dan rutinitas ternyata sudah � membunuh � perhatian dan momen-momen penting yang harus dinikmati bersama orang-orang yang kita kasihi; orang tua, suami, isteri, anak-anak, dan saudara-saudara kita. Demi mengejar karier, uang dan jabatan bahkan pelayanan banyak orang melupakan keluarga.

Seorang businessman hanya berpikir bahwa memenuhi kebutuhan materi isteri dan anak-anak sudah membuatnya merasa menjadi ayah yang baik. Seorang pelayan Tuhan berpikir bahwa dengan sibuk dalam pelayanan dan dikenal di mana-mana sudah membuatnya merasa menjadi orang yang benar di dalam keluarganya.

Kita tidak sadar, kita sudah salah jika berpikir demikian. Hari ini, kalau kita masih diberi kesempatan untuk hidup semua hanyalah kasih karunia Tuhan.

Oleh sebab itu, jangan tunggu sampai besok untuk menunjukkan kasih dan sayang kita kepada orang-orang disekitar kita, terutama orang-orang yang paling dekat dengan kita. Jangan tunggu mereka mati kita baru menyadarinya. Jangan tunggu sampai besok!

Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Jika kita masih hidup pada hari ini berarti ini kesempatan kedua buat kita. Ambil kesempatan kedua yang Tuhan anugrahkan buat kita hari ini.

Sumber: sabda.org

18 April 2010

Modus baru penyelundupan barang

Sebuah keluarga di sebuah Provinsi Selatan China, dibingungkan saat peti jenazah dari nenek mereka tiba dari Amerika. Peti itu dikirimkan oleh salah satu sepupu mereka di sana.

Jenazah nenek mereka nampak sangat terhimpit di dalam peti dan tidak ada ruang lagi yang tersisa. Saat mereka membuka tutup peti jenazah itu, mereka menemukan sebuah surat di atasnya dan isinya adalah sebagai berikut :

Sepupuku yang terkasih, bersama ini aku kirimkan tubuh nenek karena dia ingin untuk dikremasikan di tanah leluhur kita di Tung Shin. Maaf aku tidak bisa datang karena gajiku sudah tidak bersisa lagi.


Kalian akan menemukan di dalam peti, di bawah tubuh nenek, 12 kaleng Yohmeitsu, 10 kantong coklat Swiss! Dan beberapa kantong Chinatown Lap Cheong. 


Itu semua untuk kalian, dibagi rata, ya!


Di kaki nenek, kalian akan menemukan sepasang sepatu Nike Air (ukurannya 10) untuk Ah Cu. Juga ada 2 pasang sepatu untuk Ah Mei dan Ah Lien. Semoga ukurannya cocok.

Nenek memakai 6 buah T-Shirt CK (Calvin Klein). Yang ukurannya besar untuk Ah Bak dan yang lain untuk para keponakan. Kalian pilih sendiri yang mana kalian suka.


2 buah celana jeans Armani yang nenek pakai adalah untuk anak-anak. Jam tangan Rolex yang selama ini Lee Ah Bai inginkan ada di tangan kiri nenek.

Untuk bibi Pei Pei , nenek mengenakan kalung, cincin dan anting merk Tiffany yang selama ini engkau inginkan. Itu semua untukmu. Juga ada 6 buah kaos kaki Polo yang dipakai nenek dibagi juga untuk para sepupu.


Jangan lupa, beritahu aku apa lagi yang kalian butuhkan karena kakek akhir-akhir ini juga memburuk kesehatannya. .. aku dapat mengirimkan semua itu saat kakek kita kembali ke sana juga.

Salam manis,

Dari sepupumu di Amerika.

Sumber: Milis FHUKI-1987

Mengapa saya suka bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia memang lebih nyaman. Coba aja ngomong kalimat-kalimat di bawah ini.

Bahasa Indonesia:
"Tiga nenek sihir melihat tiga buah arloji merk Swatch. Nenek sihir mana melihat pada arloji Swatch yang mana?"
Dalam bahasa Inggris:
"Three witches watch three Swatch watches. Which witch watch which Swatch watch?

Yang lainnya...

Bahasa Indonesia:
"Tiga nenek sihir biseksual mengagumi kenop kenop dari tiga arloji Swatch. Nenek sihir biseksual mana yang memandangi kenop arloji
Swatch yang mana?"

Dalam bahasa Inggris:
"Three switched witches watch three Swatch watch switches. Which switched witch watch which Swatch watch switch?

Pengin tahu, ternyata bahasa jawa juga gak kalah belibetnya dibanding bahasa Inggris gitu,loh :

Bahasa Indonesia :
Ketika saya kelas 2 (SD) ,pembantu saya grosiran kalung dan (jualan) kolak dari (buah) kolang-kaling (sebanyak) 2 kilo di seberang sungai
..gitu,lho!

Bahasa Jawa (kawi) :
Kolo kulo kelas kalih kuli kulo kulak kalung kalian kolak kolang-kaling kalih kilo kulon kali ..kae, lo! ..:-)

Sumber: Milis FHUKI-1987